Warna Langit

Percakapan virtual malam itu, kami membahas topik ringan melalui aplikasi WA. Lawan ngobrol saya ini adalah jenis manusia di luar distribusi normal, beliau memiliki banyak kontribusi untuk negara. Dari Kalimantan hingga ke ujung timur Indonesia, Papua, Nusa Tenggara telah dilalui yang mana tidak sekedar untuk rekreasi belaka namun sebuah amanah dan tugas dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia melalui gerakan program NGO kemanusiaan yang bekerja sama dengan pemerintah.

Kalau saya bahas kiprah beliau akan membutuhkan sesi khusus yang bisa dijadikan 1 buku biografi, jadi kita kembali lagi ke percakapan WA. Saat itu kami terjebak dalam sebuah obrolan terkait cuaca, mengenai hujan dan jenis-jenis awan (terinspirasi dari artikel sebelumnya). Beliau mengirimkan saya beberapa foto langit dan awan, ternyata di daerah Nusa Tenggara Timur dengan iklim tropis kering dan musim kemarau yang panjang memiliki pemandangan langit yang cukup jernih, kadangkala tidak tampak awan di langit. Pemandangan langit biru nan jernih tersebut saya nikmati melalui foto yang dikirimkan secara digital ke telpon genggam saya. Terpesona oleh langit yang “biru banget”, saya pun terinspirasi dan terpancing untuk membahas “kenapa langit berwarna biru?”

Langit biru banget (dokumentasi beliau)

Tahukah anda? (supaya kayak tulisan-tulisan edukasi sains)

Continue reading “Warna Langit”

Jenis-jenis Awan

Akhir-akhir ini perkembangan bisnis kafe di kampung halaman saya cukup pesat. Sejak kembali ke kampung halaman, saya melihat banyak sekali kafe baru.

Gambar hanya pemanis

Siang ini saya bersama teman-teman memutuskan untuk “meetup” dan berdiskusi di salah satu kafe yang bernama Umeko Coffee yang terletak di tepi Jl. Johar (dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan). Awalnya kami berniat untuk membahas sebuah program sebagai aktualisasi diri dan bentuk pengabdian kepada negara (lebay).

Namun, kami terdistraksi dengan sebuah fenomena alam yang bagi kami cukup “aneh”. Jadi, saat itu kami memilih tempat duduk outdoor dengan pertimbangan dimensi ruang yang lebih luas dan sirkulasi yang lebih baik. Tiba-tiba, di tengah terik matahari, hujan pun turun. Hal yang membuatnya unik (aneh) adalah hujan tersebut hanya turun di suatu titik tertentu dengan perkiraan diameter 5 meter, sedangkan di area sekitarnya kering dan tidak diguyur oleh hujan. Karena peristiwa unik tersebut, pembicaraan kami pun semakin liar dari yang awalnya terkait program untuk masyarakat hingga obrolan terkait fenomena cuaca, “flat earth”, konspirasi, “freemason”, “illuminati”, hingga kembali lagi ke fenomena hujan lokal yang unik tersebut.

Dua orang teman bertanya kepada saya terkait fenomena cuaca dan jenis-jenis awan. Saya pun coba “me-recall” pengetahuan yang pernah saya pelajari saat SMA, sudah di ujung lidah, namun tak bisa terucap. (alias lupa, ribet amat) Akhirnya saya gregetan untuk menulis artikel tentang jenis-jenis awan ini.

Continue reading “Jenis-jenis Awan”